Cuaca ekstrem melanda Kota Manado dan mengganggu aktivitas warga.Hujan lebat,angin kencang,dan gelombang tinggi memicu dampak sosial serta ekonomi.
Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat aktivitas warga Kota Manado terganggu di berbagai sektor.Hujan lebat yang turun disertai angin kencang menyebabkan kondisi lingkungan menjadi kurang kondusif untuk aktivitas harian.Mobilitas masyarakat melambat,sementara sejumlah kegiatan ekonomi dan sosial terpaksa disesuaikan dengan situasi cuaca yang tidak menentu https://kelurahanpasawahan.bandungkab.go.id/.
Sejak pagi hingga malam hari,hujan dengan intensitas tinggi kerap mengguyur wilayah perkotaan.Genangan air muncul di sejumlah titik jalan terutama di kawasan dengan sistem drainase terbatas.Angin kencang yang menyertai hujan juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga,terutama mereka yang tinggal di kawasan pesisir dan permukiman padat.Pohon tumbang dan material ringan yang terbawa angin menjadi ancaman yang harus diwaspadai.
Aktivitas transportasi menjadi salah satu sektor yang paling terdampak.Kendaraan roda dua dan roda empat harus bergerak lebih lambat demi keselamatan pengendara.Sejumlah ruas jalan mengalami kepadatan karena genangan dan jarak pandang yang berkurang akibat hujan deras.Bagi pekerja dan pelajar,kondisi ini menyebabkan keterlambatan dan menurunkan produktivitas harian.
Di sektor ekonomi,cuaca ekstrem turut memengaruhi aktivitas perdagangan.Pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil merasakan penurunan jumlah pembeli karena warga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah.Pusat aktivitas ekonomi yang biasanya ramai menjadi lebih sepi ketika hujan deras berlangsung berjam-jam.Bagi pelaku usaha yang mengandalkan kunjungan langsung,kondisi ini berdampak pada pendapatan harian.
Wilayah pesisir juga merasakan dampak signifikan.Gelombang laut yang meningkat akibat cuaca buruk membuat aktivitas nelayan terganggu.Banyak nelayan memilih tidak melaut demi menghindari risiko kecelakaan.Kondisi ini berdampak pada pasokan hasil laut dan berpengaruh pada rantai distribusi pangan laut di tingkat lokal.
Dari sisi lingkungan,curah hujan tinggi berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.Genangan air yang bertahan lama dapat memicu banjir lokal terutama di daerah dataran rendah.Angin kencang juga meningkatkan risiko kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan dan fasilitas umum.Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan lebih dari masyarakat dan pihak terkait.
Cuaca ekstrem yang terjadi berulang menjadi indikasi perubahan pola iklim yang semakin sulit diprediksi.Kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan tinggi menghadapi tantangan besar dalam mengelola dampak cuaca.Perubahan tata guna lahan dan berkurangnya area resapan air memperparah kondisi ketika hujan lebat turun dalam waktu lama.
Peran pemerintah daerah menjadi penting dalam menghadapi situasi ini.Upaya mitigasi seperti pemeliharaan drainase,pemangkasan pohon rawan tumbang,dan penyampaian informasi cuaca kepada masyarakat perlu dilakukan secara konsisten.Di sisi lain,perencanaan jangka panjang yang adaptif terhadap cuaca ekstrem menjadi kebutuhan mendesak agar dampak serupa dapat diminimalkan di masa depan.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.Menghindari aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk,memastikan lingkungan sekitar bebas dari potensi bahaya,serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca merupakan langkah sederhana namun penting.Kesadaran kolektif akan membantu mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Secara keseluruhan,gangguan aktivitas warga Kota Manado akibat cuaca ekstrem menjadi gambaran tantangan perkotaan di tengah perubahan iklim yang semakin nyata.Diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun ketahanan kota yang lebih baik.Dengan pengelolaan lingkungan,infrastruktur yang adaptif,dan kesiapsiagaan yang tinggi,aktivitas warga diharapkan dapat tetap berjalan meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang ekstrem.
